Ini 4 Fakta Gempa Guncang Maluku Tengah

Seperti yang di lansir oleh berita maluku tengah. Gempa yang mengguncang kota Ambon, Maluku Tengah menjadi di antara bencana alam yang memakan korban jiwa maupun pengungsi lumayan banyak. Gempa ini terjadi hari Kamis 29 September 2019 pukul 06.46.44, dan sampai siang hari terjadi 3 kali gempa susulan. Data teranyar dari berita maluku tengah dilafalkan bahwa jumlah korban jiwa menjangkau 39 orang. Berikut sejumlah fakta terbaru mengenai gempa maluku :

  1. Revisi Kekuatan Gempa Utama 6,5 SR

Ketika kejadian ini kesatu kali dikabarkan oleh berita maluku tengah, kekuatan gempa dilafalkan 6,8 SR. Namun sesudah pemutakhiran data, kekuatan gempa direvisi menjadi 6,5 SR. Gempa ini adalahgempa dangkal dampak gempa darat di kedalaman 10 km, sejauh 42 km unsur timur laut kota Ambon. Gempa ini terjadi dampak tumbukan dari pegerakan sesar mendatar lempeng bumi. Karena berpusat di darat, gempa sebesar ini tidak merangsang terjadinya Tsunami sebagaimana tidak jarang dijadikan bahan berita menghebohkan.

  1. Lebih dari 1200 kali gempa Susulan

BMKG menulis lebih dari 1200 kali gempa susulan terjadi sampai hari selasa (8 okt). Gempa susulan itu berkisar antara 1,6 sampai 5,6 SR. Gempa susulan ini masih paling sering terjadi sebab sisa energi di dekat zona utama gempa masih lumayan besar, sehingga mencungkil gempa-gempa kecil untuk menjangkau kestabilannya.

  1. Lebih dari 240 ribu orang mengungsi

Total jumlah pengungsi lebih dari 240 ribu orang, dimana jumlah terbanyak berasal dari distrik Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, serta Kota Ambon. Sejumlah titik-titik evakuasi telah di bina untuk lokasi tinggal sementara untuk para pengungsi. Sementara Wali Kota Ambon telah memutuskan masa tanggap terpaksa pasca gempa Maluku ini berlaku sampai tanggal 9 Oktober 2019.

  1. Banyak Bangunan Rusak Berat

Gempa darat ini mempunyai daya bobrok bangunan yang paling kuat. Dari berita maluku tengah ketika ini terdaftar lebih dari 180 bangunan merasakan rusak berat di distrik KotaAmbon dan Seram Bagian Barat. Sementara 200an banguan lainnya mengalami kehancuran ringan dan sedang. Pendataan kehancuran ini masih terus dilakukan, menilik saat ini pemerintah dan instansi berhubungan masih memusatkan pada tanggap bencana

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *