Legalisasi Dokumen Kemenkumham dan Kemlu secara Online

Ketika kita berkeinginan melamar long-term visa sebuah negara untuk destinasi study, kerja, atau menikah atau bermukim menetap di negara tersebut, di antara dokumen yang biasa dibutuhkan ialah SKCK yang dilegalisir oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Sebelumnya saya sudah kupas cara lamar SKCK di Mabes Polri untuk kebutuhan luar negeri atau urus visa. Sekarang teknik legalisasi dokumen di Kemenkumham dan Kemlu.

Kemenhukham dan Kemlu baru saja merilis sistem legalisasi dokumen online. Tujuannya ialah untuk mempermudah masyarakat dalam mengerjakan legalisasi dokumen. Sebelumnya sistem legalisasi dilaksanakan secara manual dan memerlukan waktu 2-4 hari untuk setiap kementerian. Dengan sistem online, waktu itu diharapkan dapat dipersingkat dan memberantas bisnis legalisasi dokumen oleh calo yang suka merealisasikan tarif tidak rasional dan berisiko tinggi. Bahkan katanya Kemenkumham dan Kemlu bukan lagi melayani legalisasi manual, seluruh sudah sistem online.

Seharusnya andai tidak terdapat masalah dengan sistem online, legalisasi di masing-masing kementerian dapat selesai 3 jam saja. Malang sekali saya memerlukan di ketika masa transisi dari sistem manual menjadi online, dengan sistem yang belum stabil saya menuntaskan legalisasi di kedua kementerian tersebut sekitar satu separuh minggu, sebenarnya saya perlu mendesak. Itulah yang menginspirasi saya mencatat postingan ini, semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman, dan semoga pada ketika teman-teman butuh, sistem online tidak bermasalah. Here we go…

LEGALISASI ONLINE KEMENHUKHAM

Tugas Kemenhukham di sini ialah mengesahkan tandatangan pejabat yang terdapat di dokumen kita. Karena tersebut specimen dan tandatangan pejabat yang menandatangani dokumen anda harus telah terekam di database Legalisir kemenkumham. Bagi SKCK yang dikeluarkan oleh Mabes Polri, tanda tangan pejabat yang bersangkutan telah otomatis terekam di database Kemenkumham. Tapi guna dokumen lain, laksana SKCK yang dikeluarkan oleh Polda/Polres, ijazah/transkrip nilai, surat penjelasan belum menikah, akta nikah, akta bermunculan dan dokumen lainnya mesti diabsahkan dulu oleh notaris yang specimen dan tanda tangannya telah terdaftar di database Kemenkumham. Untuk kebutuhan luar negeri, dokumen itu harus diterjemahkan dulu ke dalam Bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah sebelum diabsahkan oleh notaris. Setelah diabsahkan oleh notaris, baru lanjut ke legalisasi Kemenhukham dengan langkah-langkah di bawah ini:
1. Kunjungi http://legalisasi.ahu.go.id
Buat akun, aktivasi akun lewat email, dan login.

2. Buat permohonan legalisasi dengan mengklik Kumpulan Permohonan, isi data diri pemohon dan informasi tentang dokumen yang berkeinginan dilegalisasi, upload photo dokumen yang berkeinginan dilegalisasi (bisa dalam format pdf atau jpg), kirim permohonan.

3. Tunggu pegawai Kemenhukham mengerjakan verifikasi atas dokumen yang kamu upload, sesudah verifikasi berlalu dan permohan disetujui, kamu akan mendapat pengumuman pada unsur notifikasi. Kalau belum terdapat pemberitahuan, tunggu 1×24 jam sebelum melaporkan.

4. Sementara itu, kedudukan permohonan dapat dilihat pada unsur Kumpulan Transaksi. Kalau kamu buka pulang Kumpulan Pemohon, kamu bisa menyaksikan detail dokumen yang bakal dilegalisasi. Saat kamu klik ‘lihat’ atau ‘detail’, barangkali yang muncul ialah dokumen orang lain, maklum sistem kadang eror ๐Ÿ˜‚. Tapi tidak apa-apa bila yang muncul ialah dokumen sejenis. Misalkan kamu ingin melegalisir SKCK dan saat kamu cek ‘detail’ yang muncul ialah SKCK orang lain, tidak masalah.

5. Setelah verifikasi berlalu dan permohonan kamu disetujui, kamu akan menerima email dan pemeritahuan pada akun. Tunggu hingga voucher pembayaran diterbitkan. Seperti sebelumnya, tunggu hingga 1×24 jam. Saya mesti menunggu nyaris 2 hari supaya voucher pembayaran terbit, sistem lagi eror ๐Ÿ˜ฅ.

6. Apabila voucher pembayaran telah terbit, kamu akan mendapat notifikasi pada akun kamu dan kamu boleh mengunduh voucher pada unsur Kumpulan Transaksi. Pada voucher akan terdaftar kode voucher dan deadline pembayaran, seringkali diberi masa-masa seminggu.

7. Bayar di Bank BNI atau BJB (ada di loket legalisasi Kemenhukham yang terletak di gedung CIKS) dengan mengindikasikan voucher. Biaya legalisasi per dokumen merupakan Rp25.000. Kalau pada hari libur, dapat dibayar lewat ATM bank apa saja. Caranya pilih menu pembayaran-penerimaan negara-pajak. Mungkin lain bank lain prosedur, laksana ATM Bank Mandiri prosesnya: pembayaran-penerimaan negara-lainnya-pajak-kode instansi (ketik 50012), kode billing (yaitu kode yang terdapat pada voucher). Setelah layar ATM mengindikasikan laman konfirmasi, ketik 1 dan lanjut. Pembayaran selesai. Tidak kena ongkos administrasi. Paling mudah sih langsung ke bank BJB atau BNI yang di gedung CIKS.

8. Beri struk pembayaran yang berwarna pink untuk petugas di loket 1 atau 2, stiker legalisasi Kemenhukham bakal dicetak oleh petugas. Setelah stiker dicetak, kamu cukup menempelkan sendiri stiker itu di unsur belakang dokumen yang hendak dilegalisasi. Dan dokumen andapun sudah berlalu dilegalisasi oleh Kemenhukham ๐Ÿ˜Š.

LEGALISASI ONLINE KEMLU

Nah, tugas Kemlu di sini ialah mengesahkan tanda tangan pejabat Kemenhukham yang terdapat di dokumen kita. Caranya:
1. Download applikasi ‘Legalisasi Dokumen’ Kementerian Luar Negeri di Playstore.

2. Isi data diri dan bikin permohonan. Isi detail tentang dokumen yang bakal dilegalisasi dan upload photo dokumen yang berkeinginan dilegalisasi. Dokumen yang berkeinginan dilegalisasi oleh Kemlu mesti telah dilegalisasi terlebih dahulu oleh Kemenhukham. Photo mesti jelas, terdiri dari 2 unsur timbal balik, seluruh informasi pada dokumen mesti dapat dibaca, tergolong bagian stiker legalisasi dari Kemenhukham. Karena itu, bila bagian belakang dokumen kosong dan melulu mengandung stiker legalisasi Kemenhukham, fokuskan photo pada stiker tersebut, tidak butuh memfoto unsur dokumen yang kosong.

3. Tunggu petugas Kemlu mengerjakan verifikasi atas dokumen yang kamu upload. Seharusnya proses verifikasi tidak begitu lama, tapi laksana biasa, tunggu 1×24 jam. Anda bakal mendapat pengumuman pada akun apakah permohonan diamini atau tidak. Kalau permohonan tidak disetujui, mereka bakal memberi alasan/keterangan dan kamu harus menciptakan permohonan baru. Apabila permohonan kamu disetujui, kamu akan diminta untuk mengerjakan pembayaran lewat Bank/ATM/I-Bank/M-Bank yang ditujukan ke nomor tabungan Bank Mandiri Kemlu. Kalau kamu bayar lewat ATM/IBank Mandiri, langsung terdapat menu layanan pembayaran legalisasi Kemlu.

4. Upload bukti pembayaran lewat applikasi. Tunggu pegawai mengerjakan verifikasi atas bukti pembayaran tersebut, sistem pembayarannya tidak terintegrasi seperti melakukan pembelian barang online ya ๐Ÿ˜Š. Dan tidak laksana di Kemenkumham dimana kita dapat membawa struk pembayaran ke loket dan langsung cetak stiker.
Seperti biasa ,tunggu sangat lama 1×24 jam supaya bukti pembayaran diverifikasi.

5. Anda bakal mendapat pengumuman kembali sesudah bukti pembayaran kamu diverifikasi. Apabila bukti pembayaran ditetapkan valid, kamu akan diminta guna datang ke loket legalisasi Kemlu sehari sesudah bukti pembayaran kamu dinyatakan valid. Sehari setelahnya kamu boleh datang ke loket legalisasi Kemlu dengan membawa dokumen yang berkeinginan dilegalisasi.

Customer Service Fauzi HP/whatsapp XL: +6287727688883

Customer Service Slamet HP/whatsapp XL :+6287776370033

Customer Service Akhmad HP/whatsapp Simpati : +6281290434111

Customer Service Mame HP/whatsapp Simpati : +6282114441424

Proses Dokumen Ida HP/Whatsapp Simpati : +6281282474443

Hukum/Pengadilan Takim HP/Whatsapp XL: +6287784767914

Pickup Document Yatno HP/Whatsapp XL : +6287727356800

Complain HP/Whatsapp Simpati : +6281386251161

Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852

Atau dapat menghubungi kami via :

Email: jangkargroups@gmail.com
Telegram : t.me/jangkargroups
Twitter:@fauzimanpower
FB: pt jangkar global groups
Instagram : jangkargroups
Google Playstore : jangkarapps
Google Plus : Akhmad Fauzi Manpower
Youtube : jangkar tv
Linkedin : Akhmad Fauzi Manpower

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *