15+ Alat Pelindung Diri dan Keselamatan Kerja (APD K3) dan Fungsinya

 

 

distributor peralatan safetyKeselamatan bekerja ialah hal yang mesti diprioritaskan untuk seluruh perusahaan. Untuk memastikan pelaksanaannya, urusan ini juga ditata di dalam Undang Undang Ketenagakerjaan. Tujuannya guna menciptakan standard yang jelas tentang keselamatan kerja yang di dalamnya ada aspek APD.

APD atau perangkat perlindungan diri ialah komponen perangkat yang dapat memberi perlindungan tambahan pada seseorang dari risiko menjadi korban kemalangan kerja. Dengan kata lain, APD adalahperlengkapan mesti yang mesti dipakai saat bekerja.

Alat Pelindung Diri dan Fungsinya

Setelah sebelumnya anda membahas susunan alat pelindung diri dan keselamatan kerja K3 secara singkat. Dalam sub ini anda akan mengulas alat-alat itu beserta dengan gambar dan pun fungsinya.

1. Helm Pengaman (Safety Helmet)

Tujuan memakai helm ialah untuk menghindari benturan benda tajam dan berat yang bisa melukai kepala. Di samping itu, kepala pun terlindung dari api, cipratan bahan kimia, suhu ekstrem, dan radiasi panas.

Helm dipakai utamanya pada kegiatan konstruksi, sebab kemungkinan dari bahaya material-material bangunan yang jatuh dari atas bangunan.

2. Penutup Telinga (Ear Muffs)

Penggunaan ear muffs paling tepat bilamana Anda terkena suara 40 sampai 50 dB dan 100–8000Hz. Ukurannya pun bisa mengakomodasi segala ukuran telinga sebab umumnya diciptakan dengan bantalan lumayan besar untuk memblokir seluruh daun telinga.

Meski begitu, usahakan hindari pemakaian ear muffs dalam jangka masa-masa yang terlampau lama sebab dikhawatirkan akan menciptakan bantalan mengerut dan mengeras.

3. Penyumbat Telinga (Ear Plug)

Menggunakan ear plug bisa menghalau suara bising yang bisa merusak organ dalam telinga sampai kurang lebih 30 dB.

Anda dapat mengejar dua jenis ear plug, yakni yang dapat dipakai berkali-kali (non disposable) dan sekali gunakan (disposable). Disposable ear plug lazimnya berbahan dasar kapas sementara non disposable ear plug berbahan dasar plastik cetak atau karet.

4. Kacamata Pengaman (Safety Glasses)

Mata ialah organ vital yang paling rentan sebab teksturnya yang empuk dan melulu dilapisi oleh kulit tipis, yakni kelopak mata. Sehingga, pemakaian APD guna melindungi faedah mata ialah hal yang mesti dilakukan.

Kacamata dapat mengawal mata, baik dari penyampaian debu maupun asap yang dapat menciptakan mata iritasi, cipratan cairan kimia yang lazimnya terjadi di dalam laboratorium, atau cahaya yang paling terang dan panas laksana di lokasi pengelasan.

Ada sejumlah jenis kacamata yang pemakaiannya dicocokkan dengan keperluan Anda:

Safety spectacles, dipakai untuk mengayomi mata dari partikel yang beterbangan. Dapat juga dipakai untuk menghalau panas berlebihan yang mustahil ditoleransi oleh mata;
Safety goggles, digunakan ketika tempat kerja yang mesti kita hadapi terkena uap, asap, atau kabut yang mengganggu penglihatan.Bentuknya yang dilengkapi dengan segel pelindung di lokasi mata menciptakan mata kita terhindar dari cipratan cairan yang barangkali datang dari segala arah; serta
Face shielddan welding helmet,APD yang dapat melindungi wajah kita secara utuh. Terkadang, bahaya kilatan api tak hanya dominan pada mata, namun pun wajah Anda.

5. Respirator

Masker pernafasan memiliki faedah untuk menyaring cemaran bahan kimia, partikel debu, mikroorganisme, asap, uap, aerosol, atau kotoran beda yang mencemari udara yang kita hirup. Sehingga, kesehatan organ pernapasan bisa lebih terjaga dan sehat.

Respirator memiliki faedah serupa laksana masker. Hanya saja perangkat safety ini biasa dipakai di dunia kerja berbahaya, seperti contohnya lingkungan kimia, nuklir, gua dll.

6. Pelindung Wajah (Face Shield)

Face shield atau perangkat pelindung wajah ialah komponen APD yang urgen untuk mengurangi bisa jadi wajah terkena cemaran air atau udara, zat kimia berbahaya, cipratan larutan panas, ataupun goresan benda tajam lainnya. Biasanya perangkat ini dipakai pada kegiatan pengelasan.

7. Tali Pengaman (Safety Harness)

Safety harness pada dasarnya ialah bagian dari sabuk keselamatan yang wajib dipakai orang yang mesti berhadapan dengan ketinggian.

Ada dua macam safety harness: full body harness dan non-full. Sesuai SK Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja, pemakaian full body harness wajib guna di lokasi tinggi yang rawan terjatuh.

Supaya kegunaannya dapat dialami secara maksimal, umumnya pemakaian harness pun dilengkapi dengan sekian banyak peralatan lain, laksana decender, rope clamp, dan karabiner.

8. Sabuk Pengaman (Safety Belt)

Sama laksana poin sebelumnya, perangkat ini juga dipakai ketika pekerja bekerja di ketingian. Perbedaan antara safety harness dan safety belt dapat dilihat dari format ikatan dan fungsinya. format ikatan full safety harness ialah menyelimuti semua tubuh.

Sedangkan safety belt melulu mengikat pada unsur pinggang saja. Alat pelindung diri ini dipakai ketika resiko jatuh dari elevasi minim, berkebalikan dengan safety harness.

8. Sarung Tangan (Gloves)

Beberapa kegiatan yang bersangkutan dengan larutan kimia, proses pemanasan, ataupun komponen benda tajam, umumnya mewajibkan pemakaian sarung tangan secara intensif menilik tingginya risiko cedera.Beberapa jenis sarung tangan yang paling tidak sedikit digunakan merupakan:

Cotton gloves (sarung tangan berbahan dasar katun), bermanfaat untuk memberi proteksi dari goresan, sayatan, atau luka lainnya;
Leather gloves (sarung tangan kulit), memiliki faedah sama laksana sarung tangan katun. Namun, material kulit lazimnya lebih nyaman untuk dipakai dan lebih kuat menyangga benda yang berpotensi melukai tangan;
Rubber gloves (sarung tangan karet), bermanfaat untuk mengayomi kulit dari kontak langsung dengan minyak dan bahan perekat.Pekerjaan di laboratorium pun kerap memakai sarung tangan karet; serta
Sarung tangan yang didesain khusus supaya mampu mengayomi tangan saat harus bekerja di tempat yang mempunyai aliran listrik, baik tegangan rendah maupun tinggi.

9. Sepatu Karet (Sepatu boots)

Tanpa sepatu yang sesuai, kaki bakal rentan terluka oleh benda tajam di tanah ataupun kejatuhan benda riskan dari atas. Karena itu, memakai sepatu boot bermanfaat untuk mengayomi kakidari tusukan benda tajam, bahan kimia berbahaya, cairan yang terlampau dingin atau panas, dan lain-lain.

10. Sepatu Pengaman (Safety Shoes)

Serupa dengan boot, sepatu pengaman ini menolong kaki kita terlindung dari bahaya cairan kimia, tusukan benda tajam, benturan benda berat, dan lain-lain.

Sepatu jenis ini lazimnya lebih tahan lama dikomparasikan dengan macam sepatu yang lain, sampai-sampai dapat tetap bermanfaat optimal dalam periode masa-masa yang panjang.

Anda bisa memilih material pembuat sepatu pengaman cocok dengan kebutuhan. Ada yang memang didesain agar tahan selip, tahan bahan panas, tahan listrik, dan tahan bahan kimia.

11. Jas Hujan (Raincoat)

Meski terkesan tak terlampau penting, jas hujan bermanfaat untuk mengayomi tubuh dari cipratan air, baik saat harus bekerja di bawah air hujan maupun saat mencuci perlengkapan dengan air dalam jumlah besar.

Beberapa jas hujan didesain khusus supaya tak melulu tahan air namun pun tahan panas danapi, laksana yang pada umumnya digunakan oleh semua anggota pemadam kebakaran.

12. Pelampung

Bicara tentang pelampung, lazimnya yang orang ingat ialah life jacket yang dipakai para kesebelasan penyelamat di pesisir pantai atau empang renang. Padahal life jacket ini hanyalah di antara dari bermacam—macam jenis pelampung.

 

Ada pun buoyancy control device yang dapat ditata tingkat terapungnya, offshore life jacket yang berfungsi di perairan terbuka, dannear shore vest untuk situasi perairan yang tenang tanpa arus.

Sedangkan, yang paling tidak sedikit digunakan orang ialah jenis flotation aid sebab sangat nyaman dan bisa menunjang proses penyelamatan di air tenang.

13. Rompi Safety

Rompi sebagai komponen APD yang baik ialah yang berbahan poliester dan dapat memantulkan cahaya sebab telah didesain secara eksklusif dengan ekstra reflektor.

Salah satu faedah utama memakai alat ini ialah supaya pekerja bisa terlihat dengan jelas pada masa-masa malam hari atau saat penerangan tak terlampau memadai.

14. Coverall atau Wearpack

Wearpack ialah pakaian eksklusif yang digunakan oleh orang-orang yang mempunyai risiko kegiatan tinggi. Model pakaian ini lazimnya menutupi leher sampai mata kaki sampai-sampai dapat menyelamatkan seluruh tubuh.

Pekerja bengkel, tambang, dan pemadam kebakaran ialah orang-orang yang nyaris selalu memakai wearpack demi keselamatan mereka. Menggunakan APD ini diinginkan tubuh terlindung dari cipratan minyak, bensin, panas, api dll.

Bahan yang dipakai pun bervariasi. Ada yang menggunkan bahan drill dan katun untuk kegiatan yang tak bersentuhan dengan api. Namun ada pun katun anti api yang mengurangi bisa jadi tubuh mengerjakan kontak jasmani dengan api.

Garis cerah yang terdapat pada wearpack, umumya berwarna hijau kekuningan, bernamascotch light agar terhindar baik dari risiko tertabrak kendaraan maupun kelengahan manusia lainnya.

15. Masker

Demikianlah keterangan macam-macam APD K3 yang mesti dikenakan oleh masing-masing orang yang bekerja dengan hal risiko tinggi. Setiap lokasi kerja barangkali akan menambahkan alat eksklusif yang sudah dirancang menyesuaikan pekerjaannya. Namun secara umum, itulah APD yang mesti dikenakan.